Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BELAJAR DARI RUMAH DENGAN PJJ II


Sengaja penulis menampilkan judul yang sama dengan postingan kemaren 'BELAJAR DARI RUMAH DENGAN PJJ'. Tetapi postingan kali ini khusus dipersembahkan kepada 'mantan' murid kami NUR FADILAH lulusan MADRASAH  ALIYAH ROUDHATUTTHALIBIN tahun 1992 yang sekarang menjadi guru PAUD di Yayasan Baitur Rahman Jakarta.

Postingan ini sebenarnya terinspirasi saat berkomunikasi dengannya bahwa dia sedang mengikuti workshop/pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bersama teman2 guru PAUD di salah satu wilayah di Jakarta. 

Workshop/pelatihan menggunakan metode gabungan daring dan luring, tatap muka 3 hari dan selebihnya dilaksanakan secara  daring. Pada kegiatan tatap muka dilakukan bersama teman seprofesi  sebanyak 20 orang, berkumpul dalam satu tempat dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Materi yang belum terselesaikan dengan tatap muka dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom dan live streaming di YouTube jika Zoom bermasalah. 

Workshop dilakukan dengan maksud mempersiapkan guru-guru  PAUD menghadapi Tahun Pelajaran 2020-2021. Rencananya untuk wilayah Jakarta tetap stay at home dan belajar dari rumah dengan melaksanakan PJJ  secara daring. Dia bahkan sudah berbagi dengan kita semua materi workshop. Anda bisa download disini jika membutuhkan.

Lantas bagaimana dengan kita sebagai guru SD yang notabene tugas dan tanggung jawabnya setingkat  'lebih berat' dari guru PAUD. Sudahkah kita membekali diri dengan 'ilmu'nya. PJJ membutuhkan penguasaan tehnologi, sistem dan kontennya. PJJ harus dipersiapkan secara matang agar dapat memfasilitasi pembelajaran peserta didik secara optimal.

Prinsip pengajaran sebagai sebuah interaksi antar pelaku pembelajaran ( guru, siswa dan lingkungan belajar) keberhasilannya saling tergantung satu sama lain. Bagaimana merancang strategi PJJ agar supaya  interaksi berjalan lancar dan hasil yang dicapai sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

Pilihan perangkat untuk mendukung interaksi virtual  antara guru dan siswa juga menentukan keberhasilan PJJ secara daring. Dalam  SE Kemendikbud Nomor 15 tahun 2020 Bab II C.2 disebutkan:


Pilihannya banyak, tergantung pada kemampuan kita menggunakannya. Pilihan paling umum dan gampang adalah komunikasi lewat medsos WAG. Tetapi WAG hanya bisa sebatas  komunikasi dan penyebaran  tugas-tugas saja.

Untuk menggantikan interaksi pembelajaran tatap muka dari sekolah ke rumah dalam PJJ secara virtual tidaklah sesederhana itu. Yang paling ideal adalah menggunakan Learning Management Siystem (LMS) seperti Google Classroom  sebagaimana yang sudah biasa dilakukan oleh dosen dan mahasiswa di PT. Interaksi antara siswa dan guru sebagaimana pembelajaran tatap muka dikelas bisa berjalan, penyelesaian tugas-tugas  sampai pada proses  penilaian bisa dilakukan.

Masalahnya adalah lagi-lagi soal kemampuan penguasaan tehnologinya dan pengadaan perangkat pendukungnya.

Satu lagi masalah terbesarnya adalah mindset kita yang masih  belum berubah bahwa  PJJ sama dengan pemberian sebaran  tugas-tugas kepada siswa untuk diselesaikan secara mandiri dirumah. Padahal kedepan dengan dicanangkannya Merdeka Belajar oleh Kemendikbud PJJ adalah sebuah keniscayaan.

Selamat tinggal Tapel 2019-2020. Selamat Datang TAPEL 2020-2021. Semoga  COVID-19 segera lenyap, pendidikan di Indonesia semakin maju dan bermakna....Aamiin!

NUR FADILAH ( GURU PAUD )
NUR HAKIM
NUR HAKIM Fokus adalah bagian dari kiat sukses

2 komentar untuk "BELAJAR DARI RUMAH DENGAN PJJ II"

  1. Nurfadilah apa asal gili genting ?

    BalasHapus
  2. Iya pak...dia murid saya waktu saya ngajar di ROBIN Sumenep.

    BalasHapus
Template Blogger Terbaik Rekomendasi