Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PERNAK PERNIK PPDB II


Melanjutkan tulisan sebelumnya 'PPDB DAN PERMASALAHANNYA'. Harus diakui memang ada permasalahan yang tersisa dari PPDB tahun ini. Pelaksanaan PPDB sudah berlangsung kurang lebih satu minggu.  Pendaftaran dimulai pada tangal 22 Juni 2020 dan  akan berahir  tanggal 3 Juli 2020.
 
Dari awal sudah dicanangkan  bahwa PPDB akan dilaksanakan secara online. Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mengeluarkan Juknis PPDB yang didalamnya pada poin C. 1a berisi pola pendaftaran secara mandiri yang dilakukan secara online melalui website http://ppdb.kabsumenep.net/. Website ini  sudah ready to used, beberapa kali dicoba klik... alhamdulillah luar biasa tampilannya. Mantap sesuai dengan logonya SIMANTAP. 
 


Inilah pertama kali di Kabupaten Sumenep pelaksanaan  PPDB akan  dilaksanakan secara online. Momennya sudah tepat bersamaan dengan pandemi covid-19 yang masih belum berahir dimana kontak langsung secara face to face jika tidak sangat berkepentingan sebaiknya dihindari untuk mencegah penularan virus. 

Ada harapan baru, perkembangan baru yang muncul dibenak warga Sumenep, khususnya bagi insan  pendidikan bahwa pelaksanaan PPDB akan berjalan objektif , transparan, akuntabel dan berkeadilan.  Panitia PPDB ditingkat lembaga/sekolah akan menerima limpahan murid baru dari panitia PPDB Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Bagi sekolah 'pinggiran' kehawatiran tidak akan memperoleh murid baru sedikit berkurang sebab sebaran murid baru akan merata sesuai pagu dan zona. 

Kita tahu sistem zonasi dalam PPDB sudah lama diterapkan. Pemerintah melalui Kemendikbud telah mengatur sistem Zonasi sejak tahun 2017.  Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 dan disempurnakan dengan Permendikbud Nomor 14 tahun 2018  tentang PPDB. Sejak itu tak ada lagi sekolah favorit atau unggulan. " Semua sekolah harus menjadi sekolah favorit. Semoga tidak ada lagi sekolah yang mutunya rendah " ujar Mendikbud dalam acara Sosialisai Peraturan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta (Rabu 5/7/2017).

Terakhir keluar Permendikbud Nomor 44 tahun 2019 menggantikan Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB yang berlaku tahun 2020 ini dengan perimbangan jalur zonasi 50 % dari daya tampung sekolah. Jalur Affirmasi 15 %, perpindahan tugas orang tua/wali 5 %  dan sisanya adalah jalur prestasi.

Tetapi pada pelaksanaannya hingga tahun 2019 kemaren masih belum berjalan dengan optimal. Diberbagai daerah dari pemberitaan media masih banyak persoalan yang muncul,  ketidak puasan, unjuk rasa, tuntutan dan lain sebagainya. Pengetrapan pagu dan zona masih jauh panggang dari api. 

Menjelang dimulainya PPDB tanggal 22 Juni 2020, tepatnya pada tangal 15 Juni 2020 bersamaan dengan  saat pelulusan kelas VI tingkat SD se Kabupaten Sumenep ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep  melalui medsos bahwa pelaksanaan PPDB dikembalikan pada sekolah/lembaga masing-masing dengan alasan bahwa penetapan zona pada aplikasi dinas  masih bermasalah.
      
Sebuah langkah mundur ditengah arus perubahan yang semakin kencang. Mindset Masyarakat sudah  berubah sesuai tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonominya yang semakin tinngi. Sebagian para orang tua /OKB ini akan berlomba mencarikan pendidikan anaknya di sekolah yang menurut mereka akan memberikan layanan pendidikan yang baik sekalipun jarak tempuh dari rumah sangat jauh dan biaya yang harus dikeluarkan cukup besar.

Belum lagi ulah  para oknum pejabatnya yang punya kecenderungan titip sana titip sini demi masa depan pendidikan anaknya. Mereka akan mencari sekolah-sekolah favorit/unggulan sehingga terjadi konsentrasi pendaftaran pada sekolah-sekolah tertentu. Inilah pentingnya regulasi dan aturan PPDB dengan sisten zonasi yang bisa  menjamin objektifitas, tranparansi,  akuntabilitas dan berkeadilan itu.

Dengan adanya pemberitahuan ini pupus sudah harapan untuk melihat pelaksanaan PPDB berjalan dengan baik dan optimal. Harapan akan perubahan kearah yang lebih baik dan berkeadilan menjadi sebuah fatamorgana.

PPDB akan berjalan seperti tahun-tahun kemaren. Sebaran siswa akan menumpuk pada lembaga atau sekolah-sekolah tertentu. Sekolah dengan katagori 'zona nyaman' ( favorit/unggulan ) tetap akan menerima limpahan murid baru dengan 2, 3 bahkan 4 rombongan belajar.  Pagu dan zona bisa saja dikesampingkan dengan alasan banyak pendaftar.

Sekolah dengan katagori 'pinggiran', akan gigit jari menunggu keajaiban untuk bisa survive di Tahun Pelajaran 2020-2021. Jika ini dibiarkan terus berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang maka akan banyak korban-korban baru sekolah yang akan menyusul untuk diregrouping. Wait and see ! Wallahu a'lam.
NUR HAKIM
NUR HAKIM Fokus adalah bagian dari kiat sukses

Posting Komentar untuk "PERNAK PERNIK PPDB II"

Template Blogger Terbaik Rekomendasi